Jakarta Hari Ini

Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta menanggapi perihal wacana pemberlakuan tarik rem darurat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memberlakukan WFH seventy five persen di perkantoran di kawasan zona merah. Para petugas diharapkan dapat selalu mengingatkan masyarakat, pelaku usaha dan sebagainya bahwa penanganan dan penanggulangan Covid-19 merupakan tugas bersama. Seminggu terakhir, Anies mengatakan kenaikan kasus Covid-19 mencapai 50 persen. Meskipun di sisi lain kemampuan testing corona di Jakarta dalam sepekan ini ditingkatkan dari 4x lipat standar WHO menjadi 8x lipat, itupun masih menunjukkan angka positivity price tinggi.

Dalam hal ini melibatkan gugus tugas RT/RW serta berkoordinasi dengan jajaran camat, lurah, Babinkamtibmas dan Babinsa untuk melakukan pendataan terhadap warga yang masuk ke masing-masing wilayah. Ia pun berharap agar lonjakan kasus Covid-19 tidak kembali terjadi usai libur Lebaran 1442 Hijriah. Oleh karena itu, jelas Anies, jajaranya akan terus melakukan antisipasi pencegahan penularan virus corona.

Berdasarkan keterangannya, sejak Rabu (16/6), RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran menerima 590 pasien tambahan. Hal tersebut turut menambah angka keterisian tempat tidur yang sebelumnya mencapai 75,07 persen. Pemprov DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti penggunaan GOR dan rusun. Untuk kluster mudik, 21 Mei-17 Juni, terdapat 1.172 kluster dengan complete 2.458 kasus positif. Untuk kluster perkantoran, seminggu terakhir mengalami kenaikan dari 64 kasus menjadi 227 kasus positif.

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kembali penerapan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro hingga 28 Juni 2021. Hal itu dilakukan karena penyebaran Covid-19 di Ibu Kota memasuki fase genting. Namun Kepgub ini tak menyinggung kebijakan tarik rem darurat atau ketentuan saat situasi Jakarta masuk ke fase kegentingan. Maka itu, Anies menilai seluruh masyarakat harus memiliki langkah yang sama.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta sejauh ini juga dianggap belum berhasil karena tingkat penyebaran virus masih tinggi. Situasi mengkhawatirkan itu juga, kata Anies, tampak dari positivity price yang mengalami kenaikan dari 9% menjadi 17% dalam seminggu. Bahkan dalam empat hari terakhir pertambahan kasus baru berturut 2.000 kasus pada 10 Juni, 2.300 kasus pada eleven Juni, 2.four hundred kasus pada 12 dan 2.seven-hundred kasus pada hari ini, Minggu, thirteen Juni 2021. Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus harian Corona sangat signifikan sampai 302 persen dalam beberapa hari belakangan.

Masifnya persebaran virus corona di Jakarta, dan tidak jelasnya cluster penularan dinilai mirip dengan kondisi Wuhan, Provinsi Hubei, China. Oleh sebab itu, Jakarta musti dikarantina wilayah atau lockdown untuk memutus mata rantai Covid-19. Sementara itu untuk tidur isolasi di rumah sakit corona di Jakarta juga terjadi peningkatan signifikan walaupun tingkat kematian cenderung tetap dan tak menunjukkan kenaikan.

Memesan tiket bus kini telah menjadi mudah dan nyaman berkat berbagai kemajuan teknologi. Dan seperti bagaimana smartphone telah berkembang dari jaringan telepon rumah tradisional, metode pemesanan lama telah berkembang menjadi pemesanan online. Pelanggan tidak lagi harus berdiri dalam antrian dan naik bus atau menerima apa adanya kursi yang disediakan agen, karena redBus menawarkan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memesan tiket.

Kondisi Covid di Jakarta

“Angka COVID terus naik, BOR terus naik, jumlah orang yang masuk rumah sakit masih meningkat,” ujarnya. Telegraf – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kondisi Ibu Kota belakangan ini sangat mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebelumnya menyampaikan bahwa ketersediaan tempat tidur isolasi di Jakarta saat ini sudah mencapai 78 persen dan kini DKI hanya memiliki sisa kapasitas tempat tidur sebesar 22 persen dari yang telah disediakan.