Jangan Takut, Vaksin Astrazeneca Hanya Timbulkan Efek Samping Ringan Ini

Ketua satgas IDI, Prof Zubairi Djoerban melarang orang berusia di bawah 30 tahun disuntik vaksin AstraZeneca berdasar rekomendasi riset Inggris. “Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoaks yang beredar.

Sementara KIPI serius adalah keluhan yang sampai membuat pasien dirawat inap. Ketua Komnas KIPI menegaskan seluruh keluhan KIPI serius tertangani dengan baik dan tidak ada pasien yang terbukti meninggal dunia karena vaksin. Terkait hal tersebut, di tengah masyarakat beredar anggapan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca cenderung lebih keras dari vaksin Sinovac.

Selain itu, reaksi alergi terhadap bahan tertentu dalam vaksin juga dapat terjadi. Terkait dengan laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547, Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap kelompok tersebut. Namun hanya batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua minggu. Dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk natural. Beri tahu dokter jika Anda menderita HIV/AIDS, lemahnya sistem kekebalan tubuh, atau sedang menjalani terapi dengan obat imunosupresan.

Meski demikian, apabila memiliki gejala-gejala di atas setelah dosis pertama, Anda tetap masih perlu vaksinasi dosis kedua untuk memberikan perlindungan maksimal pada tubuh terhadap virus corona. Peserta vaksinasi Covid-19, Nita Chusnul Yulaikah , mengaku mengalami demam hingga 38,1 derajat celcius yang disertai gejala pusing usai menjalani suntikan dosis pertama vaksin AstraZenecabatch CTMAV 544 pada Rabu (19/5). Kasus pembekuan darah tersebut meningkat dari sebelumnya one hundred kasus ketika dosis vaksin AstraZeneca baru menjangkau 4,9 juta.

Efek samping dari Vaksin Astra Zeneca

Sehingga, kita tidak terlambat di tangani, atau ‘dioper-oper’ seperti yang dialami Dean. Padahal kenyataannya di lapangan, lokasi vaksinasi dan faskes rujukan penanganan KIPI tak selalu berdekatan. Oleh karena itu untuk jaga-jaga, sebaiknya sebelum vaksinasi kamu riset atau survei RS mana saja yang menangani KIPI. Diketahui, beberapa kasus pasca vaksinasi corona di RI terbukti bisa berujung fatal kalau tak membaik. Dari ini, distribusi AstraZeneca dinilai bisa lebih luas karena penyimpanan relatif mudah.

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunizattion , Sri Rezeki Hadinegoro, memastikan bahwa vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca aman untuk digunakan. Sementara, melansir dari Healthline, vaksin Sinovac tidak mengandalkan adenovirus melainkan menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang menyebabkan Covid-19. Sementara, Vaksin CoronaVac atau lebih akrab disebut Sinovac merupakan vaksin hasil pengembanagan perusahaan swasta asal China yakni Sinovac.

Keluhan ini menurut Erlina umum atau mungkin muncul pada 1 dari 10 orang. Keluhan ini menurut Erlina umum atau mungkin muncul pada satu dari 10 orang. Peserta vaksinasi akan diminta menunggu 30 menit di pos vaksinasi setelah divaksin.

“Diharapkan, masyarakat lebih terbuka atau lebih jujur dalam menyampaikan kondisi kesehatan. Jika ragu memiliki komorbid atau tidak, sebaiknya diperiksa atau kontrol terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah boleh menerima vaksinasi atau tidak,” paparnya. Sementara itu, Hindra mengatakan pada dasarnya semua RS dapat menerima keluhan KIPI ringan maupun keluhan darurat. Namun, ia menganjurkan peserta vaksinasi untuk mengikuti rujukan, karena setiap KIPI pasien butuh penanganan yang sesuai. corona menjadi salah satu aspek krusial agar warga Indonesia bisa mencapai kekebalan kelompok dan menuntaskan penyebaran virus tersebut. Namun perlu diperhatikan, sejumlah orang mungkin mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ringan hingga berat.