Kumpulan Berita Efek Samping Vaksin Astrazeneca

“Masyarakat tidak harus panik dan heboh dengan situasi laporan KIPI yang ada. Kalau vaksinasi bisa dilanjutkan lebih cepat maka itu lebih baik karena diharapkan herd immunity seera terbentuk,” ujarnya. Apabila keluhan berlanjut, disarankan kepada peserta vaksinasi untuk segera menghubungi petugas kesehatan atau ke fasilitaspelayanan kesehatan . Vaksin ini mengandung virus flu biasa yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat bereplikasi/berkembang di dalam tubuh manusia, tetapi dapat menimbulkan respons kekebalan terhadap COVIO-19. Menurut Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Hindra Irawan Satari, hingga saat ini penyebab meninggalnya Trio masih belum cukup bukti untuk dikaitkan dengan vaksinasi. Penjelasan Kemenkes dan AstraZeneca Soal Kandungan Babi dalam Vaksin Meski dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan babi, pemerintah sebut vaksin AstraZeneca tetap bisa digunakan karena kedaruratan.

Stok vaksin Astrazeneca yang sudah didistribusikan untuk Provinsi DKI Jakarta akan kedaluwarsa pada akhir Juni 2021. Percepatan vaksinasi penting dilakukan agar vaksin yang sudah dibeli dari Inggris itu tidak terbuang sia-sia.

Efek samping dari Vaksin Astra Zeneca

JAKARTA, AYOCIREBON.COM — Vaksin AstraZeneca datang ke Indonesia sebagai salah satu vaksin untuk memerangi pandemi Covid-19. Senada, Wakil ketua Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi, Profesor Anthony Harnden, mengatakan wanita lebih mungkin mengalami efek samping dari suntikan Oxford/AstraZeneca. Setiap negara, tentunya memiliki otoritas obat yang bakal melakukan investigasi dan melaporkan kejadian tersebut ke publik dunia.”Dan, sampai saat ini kita menunggu hasilnya,” kata Penny.

Akhir Januari lalu AstraZeneca mengumumkan, hanya akan memasok 31 juta dosis vaksin hingga akhir kuartal pertama 2021, dari yang disepakati suplai sekitar eighty juta dosis vaksin untuk 27 negara Uni Eropa. Walau perusahaan kemudian meralat, yakni bisa memasok forty juta dosis vaksin, itu artinya tetap hanya berjumlah separuh dari janji semula. Walau sederet manfaat ditunjukkan dalam berbagai kajian atas vaksin AstraZeneca, keraguan atas keamanan dan keampuhan vaksin itu terus meluas di berbagai belahan dunia. Hingga 17 Maret 2021 diketahui, penangguhan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di telah dilakukan oleh 15 negara di Eropa. Selain itu tercatat pula, dua negara di Asia dan satu negara Afrika juga mengumumkan penghentian sementara vaksinasi dengan vaksin buatan Inggris/Swedia itu. Setelah vaksinasi, kebanyakan orang merasakan nyeri di sekitar tempat suntikan.

Sehari setelah vaksin AstraZeneca tiba, Badan Pengawas Obat dan Makanan langsung menerbitkan emergency use authorization atau penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 AstraZeneca di Indonesia. Pertama, jika efek yang dirasakan merupakan komplikasi ringan seperti demam, nyeri, dan menggigil, masyarakat dapat meminum obat-obatan seperti paracetamol untuk mengurangi efek tersebut. Ellen menjelaskan vaksin dosis pertama diberikan untuk pengenalan sel memori. Agar dapat terbentuk antibodi yang baik, Ellen mengimbau masyarakat harus menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh mereka.

Ada beberapa cara untuk melindungi anak usia di bawah 2 tahun dari Covid-19. Beberapa jenis alat kontrasepsi yang aman untuk program keluarga berencana diyakini aman untuk para penggunanya. Pengembangan vaksin vektor adenovirus ini bukan yang pertama tapi sudah lama dilakukan untuk melawan malaria, HIV, dan Ebola. Untuk proses penyimpanan dan distribusi vaksin AstaraZeneca, Penny menjelaskan tidak berbeda dengan vaksin COVID-19 dari Sinovac. Untuk aspek mutu, BPOM melakukan evaluasi menyeluruh dari dokumen mutu yang disampaikan dengan hasil bahwa vaksin secara umum telah memenuhi syarat. “Sinovac dan AstraZeneca ini berbeda. Lebih baik gunakan vaksin yang sama untuk vaksin pertama dan kedua, jangan dicampur. Nanti efeknya kurang dan tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” tutur Ellen.

Rusia sudah izinkan vaksin Sputnik V buatan pusat riset Gamaleja di Moskow, Agustus 2020. Walau kontroversial, ratusan ribu orang di Rusia, Belarus, India, Brasil, UAE dan Argentina telah divaksin Sputnik V. Tidak ada laporan resmi mengenai efek samping. Menurut laporan Lancet, efektivitas vaksin AstraZeneca mencapai 70 persen. Hasil ini didapat dari analisis interim hasil uji klinis tahap tiga di dua negara, yaitu Brazil dan Inggris.

Dr. Ashish Jha dari Brown University mengatakan melalui Twitter bahwa signifikansi interupsi tidak jelas tetapi dia “masih optimis” bahwa vaksin yang efektif akan ditemukan dalam beberapa bulan mendatang. “Kami sedang bekerja untuk mempercepat peninjauan peristiwa tunggal untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba,” kata pernyataan perusahaan. Dua vaksin lainnya sedang dalam pengujian tahap akhir yang besar di Amerika Serikat, satu dibuat oleh Moderna Inc. dan yang lainnya oleh Pfizer dan BioNTech Jerman. Kedua vaksin tersebut bekerja secara berbeda dari milik AstraZeneca, dan penelitian tersebut telah merekrut sekitar dua pertiga dari sukarelawan yang dibutuhkan. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah sudah menyiapkan komite di tingkat nasional dan daerah untuk menangani KIPI. Khususnya faskes yang paling dekat dengan lokasi vaksinasi, rumah, dan kantor.